Senin, 19 Mei 2008

I Don't Wan'na repeat The Same Mistake

I will say "NO!!!!"
Kenapa dissat ingin melupakan,, tiba-tiba kau hadir kembali dengan sosok yang mengigatkanku akan masa lalu? Mengapa disaat ku sudah membuang jauh-jauh kenangan itu, kau datang kembali di kehidupanku? Mengapa kau hadir kembali di kehidupanku sama seperti kenangan itu? Kau hadir disaatku sudah tak memikirkan dirimu.. tiba-tiba kau muncul dihadapanku, menyapaku dengan kehangatan masa lalu. Kenangan yang sudah lama ku kubur! Ku lupakan, seiring waktu berjalan! Tapi, mengapa?mengapa? kau datang kembali, mengigatkan akan semua yang SUDAH dan PERNAH terjadi?! Mengapa?! Tak cukupkah kau telah menyakiti hati ku? Melukai ku? kejadian setahun yang lalu 'kan terulang lagi. Tapi, aku tak akan membiarkan itu terjadi lagi di kehidupanku! Tak 'kan kubiarkan itu terulang lagi! Maaf... I will say "NO" Sudah cukup kau melukai ku! Sudah cukup! Aku tak akan mengulang apa yang sudah terjadi.. Kenangan itu sudah ku tinggalkan jauh, jauh di belakang ku! Bersama dengan kegelapan malam.. Bersama dengan berjalannya waktu.. Ku sudah melupakannya... SEMUA yang terjadi... SELAMANYA!!!

Rabu, 07 Mei 2008

Terimakasih

Saat matahari mulai menyapaku, aku pun segera terbangun dari tidur panjangku... Pikiranku masih memikirkan masalah itu Masalah yang membuatku tak tenang! Dengan langkah yang berat, aku segera merapikan tempat tidurku Aku pun segera berjalan menuju kamar mandi Sesaat kemudian, aku sudah selesai melaksanakan tugas ku.. Tiba-tiba aku kembali teringat oleh masalahku "Oh, belum ada jawaban sampai sekarang. sikapnya padaku juga masih dingin, sedingin es di Antartika.. aku sudah menyampaikan permohonan maafku padanya. tetapi, tak ada jawaban darinya.Apa yang harus kulakukan?! aku berkata pada diriku sendiri.. Tanpa sadar jam sudah menunjukan pukul 09.00 a.m Hhh... desahku dalam hati. Sudah waktunya untuk pergi. Sebenarnya aku enggan sekali untuk pergi.. Tapi, apa boleh buat? aku harus menjalankan kewajibanku! Waktu berjalan sangat cepat.. Tak tersadar kami semua larut dalam kebahagian. Aku pun menjadi tau bahwa kau telah memberi jawaban padaku. Terimakasih, kawan.. kau mau memaafkanku...

Selasa, 06 Mei 2008

Sahabatku... Jawablah aku

Malam ini, adalah malam yang indah Bintang-bintang bercahaya menyambut kehadiranku Mereka menari-nari di kegelapan malam membuat langit tampak gilang- gemilang.. Aku tersenyum melihatnya aku juga dibuat terkagum- kagum oleh sinar yang mereka pancarkan begitu indah... sangat indah Menghiasi langit yang gelap.. Tetapi, walaupun aku tersenyum melihat keindahan mereka masih tersimpan kesedihan di hatiku... Aku bingung akan jawaban yang tak kunjung datang... Sendirian menunggu jawaban ...

Maafkan aku..

Maafkan Aku, Sahabat
Di suatu sore aku duduk di teras rumahku, sendirian.. Aku merenung kejadian yang kualami semalam. Bodoh! betapa bodohnya aku! teriakku dalam hati. Apakah aku sebodoh itukah? berkata tanpa berpikir panjang? Inikah seorang gadis yang dikenal sebagai gadis yang sopan dan pengertian? aku tak percaya! Aku tak dapat memejamkan mataku malam itu, aku terhantui dengan perasaan yang bersalah, penuh penyesalan. apakah yang harus kuperbuat? tanya ku dalam hati. setelah lelah berpikir, aku pun tertidur. Waktu berjalan sangat cepat! aku pun tersadar, bahwa matahari sudah menyapaku. Aku pun segera melihat layar ponselku.banyak sekali pesan yang ku dapat..! Hahhh... aku mendesah. tiba- tiba aku teringat akan masalah yang kualami semalam. apa yang harus kulakukan? aku bertanya-tanya pada diriku sendiri. tiba- tiba, bagaikan petir disiang hari, terpikir oleh ku untuk mengatakannya. dengan segera, aku meraih ponselku dan mulai sibuk menyusun kata-kata. Setelah selesai, aku segera mengirimkannya. Inilah pesan yang kukirim: "Maaf... Maafkan aku karena sudah membuatmu marah dan malu. Maafkan aku karena telah menyakiti hati dan perasaanmu.. Maafkan aku karena tidak berpikir panjang. Maafkan aku karena memintanya tanpa sepengetahuanmu. Maafkan aku atas apa yang kuperbuat semalam.. aku berharap kau mau memaafkan ku dan masih mau menjadi temanku.. Maaf..." Hatiku lega, karena aku sudah dapat memecahkan permasalahanku dengan cara meminta maaf pada seorang sahabatku.. Aku berharap dia mau memaafkanku..